,

‎MODUS BARU PEMALSUAN ONDERDIL: AHG Pasok Suku Cadang Palsu Berbahaya, Keuntungan Capai Miliaran Rupiah !

JAKARTA, BRAVO-IDN — Sebuah ruko di Jakarta Pusat diduga menjadi pusat operasi pemalsuan dan distribusi suku cadang mobil palsu yang dikemas menyerupai merek ternama seperti Toyota, Honda, dan Mitsubishi. Pelaku utama berinisial Ahong (45/Inisial) telah lama menjalankan bisnis ilegal ini dengan keuntungan mencapai miliaran rupiah, sekaligus membahayakan keselamatan pengendara.

‎Berdasarkan investigasi, pelaku usaha diduga membeli onderdil berkualitas rendah dengan harga murah, lalu mengemasnya ulang menggunakan kemasan dan logo merek otomotif ternama. Produk palsu tersebut kemudian didistribusikan ke bengkel-bengkel independen di Jabodetabek dengan harga lebih murah dibandingkan suku cadang asli.

‎”Pelaku memanfaatkan jaringan tertutup dan relasi dengan bengkel-bengkel kecil yang tidak ketat dalam pengecekan keaslian suku cadang,” ungkap sumber.

‎Suku cadang palsu ini tidak hanya merugikan konsumen dan pabrikan resmi, tetapi juga membahayakan nyawa pengendara karena tidak memenuhi standar keamanan. Risiko kegagalan teknis, kecelakaan, hingga kebakaran kendaraan menjadi ancaman serius.

‎Kendati, Pelaku Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara dan Denda Miliaran rupiah, Ahong (Inisial) dijerat dengan pasal berlapis, termasuk, UU Perlindungan Konsumen, UU Merek dan Indikasi Geografis, dan Pasal Pemalsuan dalam KUHP.

‎Ancaman hukumannya mencapai 15 tahun penjara plus denda miliaran rupiah.

‎Perwakilan agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Toyota dan Honda menyatakan akan, Menempuh jalur hukum terhadap pelaku pemalsuan, dan Memperketat rantai distribusi suku cadang asli. Serta Mengimbau konsumen untuk selalu membeli onderdil di dealer resmi atau bengkel rekanan terpercaya.

‎Kasus ini mengungkap bahaya laten pemalsuan onderdil kendaraan yang kerap luput dari pengawasan. Masyarakat diimbau, Hindari suku cadang murah meragukan. Pastikan membeli di bengkel resmi atau dealer terpercaya. Dan Laporkan jika menemukan praktik mencurigakan.

‎”Ketika keuntungan dikejar tanpa etika, nyawa menjadi taruhannya,” tegas pihak berwenang.

((Tim/Red)

‎#SukuCadangPalsu #KejahatanOnderdil #WaspadaKonsumen

Search