BOGOR, BRAVO-IDN – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, meresmikan jembatan penghubung antara Desa Tarikolot dan Desa Karang Asem Timur yang berada di kawasan industri Branta Mulia. Peresmian tersebut menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan perekonomian di sekitar kawasan industri.selasa (20/10/2026).
Kegiatan peresmian ini turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Irpan Maulana dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, serta Kepala Desa Tarikolot, H. Kurniawan, bersama unsur terkait dan masyarakat setempat.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah, DPRD, dan pemerintah desa tersebut menjadi bagian dari sinergi dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat, khususnya akses penghubung antardesa yang memiliki peran strategis bagi aktivitas warga. Jembatan Strategis untuk Memperlancar Mobilitas Masyarakat.

Keberadaan jembatan penghubung Desa Tarikolot dan Desa Karang Asem Timur di kawasan industri Branta Mulia diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Infrastruktur ini memiliki fungsi penting dalam memperpendek akses perjalanan, mendukung kelancaran transportasi, serta memudahkan masyarakat menjangkau berbagai fasilitas dan pusat kegiatan ekonomi di wilayah sekitarnya.
Selain itu, jembatan tersebut diharapkan dapat menunjang mobilitas para pekerja dan aktivitas usaha di kawasan industri Branta Mulia. Dengan tersedianya akses penghubung yang memadai, pergerakan masyarakat dan distribusi kegiatan ekonomi diharapkan dapat berlangsung lebih efektif.
Pembangunan infrastruktur penghubung antardesa juga menjadi salah satu kebutuhan penting di tengah perkembangan wilayah dan meningkatnya aktivitas masyarakat. Karena itu, keberadaan jembatan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Tarikolot maupun Desa Karang Asem Timur.
Peresmian jembatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Bogor, DPRD Kabupaten Bogor, dan pemerintah desa dalam mendorong pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dukungan infrastruktur yang memadai diharapkan dapat memperkuat konektivitas wilayah sekaligus membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, keberadaan infrastruktur publik juga membutuhkan dukungan masyarakat melalui pemanfaatan yang tertib, kepatuhan terhadap aturan keselamatan, serta pemeliharaan secara berkelanjutan agar fasilitas tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.
Kepala Desa Tarikolot, H. Kurniawan, menyampaikan bahwa keberadaan jembatan penghubung tersebut diharapkan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya warga Desa Tarikolot dan Desa Karang Asem Timur.
Menurutnya, infrastruktur yang menghubungkan dua wilayah tersebut memiliki arti penting dalam menunjang kelancaran aktivitas warga, baik untuk keperluan pekerjaan, kegiatan sosial, maupun kegiatan ekonomi sehari-hari.
“Kami berharap dengan diresmikannya jembatan penghubung ini, akses masyarakat semakin mudah dan mobilitas warga menjadi lebih lancar. Jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Tarikolot maupun Desa Karang Asem Timur, termasuk dalam mendukung aktivitas perekonomian di sekitar kawasan industri Branta Mulia,”.
Kepala Desa Tarikolot H. Kurniawan juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut agar tetap aman dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Selain peresmian jembatan, agenda kunjungan terkait Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga menjadi bagian dari perhatian terhadap pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program BSPS merupakan bantuan pemerintah untuk mendorong peningkatan kualitas rumah masyarakat berpenghasilan rendah agar memenuhi standar hunian yang layak, dengan melibatkan partisipasi dan swadaya penerima bantuan.
Kunjungan terkait program tersebut diharapkan dapat mendukung pemantauan pelaksanaan bantuan, memastikan proses pembangunan atau peningkatan kualitas rumah berjalan sesuai ketentuan, serta mendorong manfaat program dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Keterkaitan pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas hunian menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan pembangunan. Infrastruktur yang memadai serta rumah yang layak diharapkan dapat menunjang kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
Harapan untuk Pembangunan Wilayah
Peresmian jembatan penghubung Desa Tarikolot dan Desa Karang Asem Timur di kawasan industri Branta Mulia diharapkan menjadi salah satu langkah dalam memperkuat aksesibilitas wilayah Kabupaten Bogor.
Sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat secara optimal.
Dengan adanya jembatan tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh akses yang lebih mudah, aktivitas ekonomi semakin terbantu, dan hubungan antardesa semakin erat.
Pemerintah desa bersama masyarakat juga diharapkan dapat menjaga fasilitas tersebut sebagai aset bersama, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.
(WN)






