CILEUNGSI, BOGOR, BRAVO-IDN – Ketua RT 01, dan Ketua RT 02 dengan aparat keamanan lingkungan (LINMAS) bersama warga Kampung Sawah, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, berhasil menggagalkan aksi dugaan tawuran yang akan melibatkan puluhan remaja pada Minggu dini hari, 15 Februari 2026. Operasi cipta kondisi yang digelar pukul 03.00 WIB itu berujung pada penyitaan enam bilah senjata tajam.
Ketegangan sempat mewarnai proses pembubaran di lokasi. Ketua RT 01 dan RT 02 setempat mengungkapkan bahwa sekelompok remaja yang berkumpul menunjukkan perlawanan verbal atau cekcok saat ditegur. Resistensi dari para remaja yang diduga “ngeyel” ini memicu kecurigaan warga, yang kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut di sekitar titik kumpul.
”Berawal dari laporan linmas yang sedang bertugas dan warga sekitar yang melihat puluhan remaja kumpul-kumpul, kami berhasil membubarkan puluhan remaja diduga hendak melakukan tauran,” ujar Ade atau Encun Ketua RT 01 sapaan akrabnya kepada awak media.

Kecurigaan petugas terbukti ketika dilakukan penyisiran. Tim gabungan yang terdiri dari Linmas RT 01, RT 02, dan ketua RT serta warga berhasil mengamankan barang bukti yang diduga akan digunakan untuk aksi brutal. Total enam senjata tajam disita dari lokasi, terdiri dari lima bilah senjata tumpul rakitan yang sudah berkarat dan satu bilah golok tajam.
”Kita curiga seperti ada yang disembunyikan. Kemudian kami bersama linmas dan warga lainnya berhasil menemukan enam buah sajam,” terang Madun Ketua RT 02, menjelaskan momen penemuan barang bukti. “Saat ini, senjata tajam kita amankan dan akan diserahkan ke pihak kepolisian setempat,” tambahnya.
Keresahan warga bukan tanpa alasan. Seorang pedagang nasi uduk yang berjualan di lokasi mengkonfirmasi bahwa rombongan remaja tersebut bukan merupakan penduduk asli RT 01, RT 02 Kampung Sawah.
“Banyak yang tidak kenal, sepertinya bukan semua warga RT sini, sebagian warga luar,” kata Warga setempat, menyoroti potensi masuknya kelompok remaja luar yang menjadi dugaan menjadi peran provokatif di wilayah tersebut.
Pasca kejadian, Ketua RT setempat mengimbau para orang tua untuk lebih proaktif mengawasi pergaulan anak remajanya di jaman now saat ini. Pihaknya juga mendesak aparat kepolisian untuk meningkatkan frekuensi patroli keamanan, khususnya pada malam hingga dini hari. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah aksi kriminal dan gangguan ketertiban umum di wilayah hukum Cileungsi, Kabupaten Bogor.
(Wan)






