BOGOR, BRAVO-IDN – Dunia pendidikan Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum di sekolah SMPN 02 Cileungsi terkait penjualan seragam sekolah. Dugaan kasus ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Paguyuban Wartawan dan LSM Bogor Timur (PAWER Botim). Minggu, (3/8/2025).
Leonardo Purba, SE., SH., Selaku Dewan Penasihat PAWER Botim, menegaskan dalam waktu dekat akan melakukan aksi ke Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Bogor jika aparat penegak hukum (APH) tidak segera menindaklanjuti laporan tersebut. Ia mendesak proses hukum berjalan transparan dan akuntabel.
Modus Pungli, kata Leo. Oknum kepala sekolah diduga memaksa siswa membeli seragam dengan harga tinggi, mengantongi keuntungan hingga jutaan rupiah.”Ucapnya.
Dalam paparan Leo kepada media, Oknum itu berpotensi melakukan pelanggaran Hukum, “Oknum Melanggar Permendiknas tentang larangan komersialisasi seragam sekolah. Terindikasi tindak pidana korupsi (UU Tipikor) dan pungli oleh pegawai negeri (Pasal 423 KUHP), dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Serta Diduga ada keterlibatan pihak komite sekolah dan konveksi dalam skema terstruktur.”ungkapnya

Selanjutnya, Leo menyatakan, “Kasus ini harus tuntas secara hukum. Jangan sampai hukum tumpul ke atas. Kami akan kawal demi kepentingan generasi penerus bangsa.”ucapnya lagi.
Ia meminta APH Kabupaten Bogor dan KPK bergerak cepat mengamankan barang bukti (BB) uang hasil penjualan seragam.
Lebih lanjut, Leo mengatakan. Kasus serupa pernah terjadi di SMPN 01 Sukaraja, Sentul, di mana oknum kepala sekolah sedang dalam proses hukum akibat keluhan orang tua siswa. Purba menekankan, “Siapa pun yang melanggar, termasuk pengusaha konveksi, harus ditindak tegas agar memberi efek jera.”papar Leo Mantan Aktivis Forkot 98.
APH diminta mengusut aliran dana dan keterlibatan pihak terkait. Dan Disdik Bogor diharapkan memberikan sanksi tegas sebagai bentuk perlindungan terhadap siswa dan orang tua.
Kasus ini menguji komitmen pemerintah dalam membersihkan dunia pendidikan dari praktik koruptif. Masyarakat menanti langkah konkret APH dan Disdik Bogor untuk memulihkan kepercayaan publik.
Penulis: WN/Tim
Narahubung:
Leonardo Purba, SE., SH. (Dewan Penasihat PAWER Botim / Mantan Aktivis Forkot 98)
Sumber: Investigasi tim PAWER Botim dan laporan masyarakat.