JAKARTA, BRAVO-IDN — Puluhan tahun memendam kekecewaan akibat kondisi jalan rusak yang tak kunjung mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bima, pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lumbung Aspirasi Rakyat Indonesia (LARI) menyambangi Gedung Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta.
Langkah ini diambil guna menyampaikan aspirasi warga sekaligus melayangkan surat permohonan resmi penanganan darurat dan perbaikan Jalan Lintas Nunggi–Ntoke yang berlokasi di Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Ketua Umum DPP LARI, Anhar, menegaskan bahwa langkah mendatangi langsung Kementerian PU merupakan bentuk desakan nyata agar pemerintah pusat mengambil alih atau mengintervensi penanganan jalan tersebut. Jalur ini menghubungkan sejumlah desa vital, di antaranya Desa Nunggi, Desa Mandala, Desa Bala, hingga Desa Ntoke.
”Kami hadir mewakili masyarakat Wera, Kabupaten Bima, khususnya Desa Nunggi, untuk meminta secara khusus kepada Bapak Menteri Pekerjaan Umum, Dodi Hanggodo, agar berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Menko Infrastruktur, Bapak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Jalan lintas Nunggi–Ntoke ini sudah puluhan tahun tidak pernah diperhatikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bima,” tegas Anhar di depan Kantor Kementerian PU, Jakarta.
Anhar menambahkan bahwa kedatangan DPP LARI bersama tokoh masyarakat Wera, Lahil Mahfud, merupakan tindak lanjut atas arahan dari Staf Khusus Menko Infrastruktur. Pihaknya mendorong keberpihakan pusat mengingat perbaikan infrastruktur jalan daerah merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Desa maupun penanganan lintas sektor.

Tak hanya melayangkan surat ke pusat, DPP LARI juga memberikan teguran keras dan peringatan terbuka kepada Bupati Bima, Indah Dhamayanti Putri, beserta jajarannya agar tidak lepas tangan.
”Kami meminta Bupati Bima agar segera serius menyurati dan berkoordinasi resmi dengan Kementerian PU serta Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur. Pemda harus menjadikan perbaikan jalan di Kecamatan Wera ini sebagai skala prioridad utama. Jangan biarkan masyarakat terus bertaruh keselamatan di jalan rusak yang tak pernah diperbaiki selama puluhan tahun,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, DPP LARI mengimbau seluruh elemen masyarakat Kecamatan Wera untuk kompak dan menyatukan suara dalam mengawal tuntutan ini hingga direalisasikan.
Akses jalan yang memadai tidak hanya mendesak bagi keselamatan warga, tetapi juga menjadi penopang utama roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di NTB. (WN/Red)






