,

Modus Cek Pelat Nomor Berujung Motor Dibawa Kabur, Terduga Matel Dikejar Warga hingga Griya Bukit Jaya

BOGOR, BRAVO-IDN — Dugaan aksi pencurian kendaraan bermotor dengan modus mengaku sebagai debt collector (DC) atau mata elang (matel) menjadi perhatian warga di wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.Rabu (26/08/2026).

Dalam peristiwa tersebut, sedikitnya tiga orang diduga terlibat dan telah diamankan setelah sempat dikejar warga. Salah seorang di antaranya disebut-sebut mengaku sebagai anggota TNI. Namun, identitas, status, serta keterlibatan masing-masing orang masih harus dipastikan melalui proses pemeriksaan aparat penegak hukum.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika korban seorang diri mengendarai sepeda motor dari arah Papan Mas menuju Gadog. Di tengah perjalanan, korban dihentikan dua orang yang mengendarai sepeda motor Yamaha NMax.

Kedua orang tersebut diduga berpura-pura melakukan pemeriksaan terhadap pelat nomor kendaraan korban. Mereka kemudian diduga mengambil kunci sepeda motor dan STNK korban.

Korban selanjutnya disebut digiring dan kedua orang tersebut mengaku sebagai mata elang atau debt collector. Dalam kejadian itu, korban diduga sempat dimintai uang rokok dan uang sebesar Rp200 ribu.

Pelaku kemudian disebut menawarkan surat pernyataan dan meminta korban membeli materai di sebuah Indomaret di sekitar wilayah Gunung Putri. Namun, ketika korban pergi membeli materai, sepeda motornya justru diduga dibawa kabur.

Korban bersama warga kemudian melakukan pengejaran. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pengejaran berlangsung melewati sejumlah lokasi, antara lain Gang Cikung, Gang Panser, Perum Pesona Prima hingga kawasan Cikeas.

Pengejaran tersebut berakhir ketika para terduga pelaku disebut terpojok di jalan buntu kawasan Griya Bukit Jaya dan kemudian diamankan warga sebelum dibawa ke Polsek Gunung Putri.

Salah seorang warga di lokasi, Adit, membenarkan adanya penangkapan terhadap orang yang diduga mengaku sebagai matel.

«“Betul bang, tadi matel ditangkap warga dan dibawa ke Polsek Gunung Putri,” ujar Adit, .»

Informasi lain menyebutkan, para terduga pelaku diperkirakan berjumlah sekitar tiga orang. Salah seorang di antaranya disebut mengaku sebagai anggota dari wilayah Cimanggis/Cilangkap, tetapi tidak dapat menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) dengan alasan tertinggal di rumah.

Dalam penangkapan tersebut, warga disebut menemukan sejumlah pelat nomor kendaraan serta kaos atau seragam yang diduga menyerupai pakaian dinas TNI di sepeda motor yang digunakan terduga pelaku.

Namun, temuan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan identitas maupun status seseorang sebagai anggota TNI. Kepastian mengenai hal itu sepenuhnya memerlukan verifikasi dari institusi terkait.

Korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Gunung Putri dan berharap aparat mengusut dugaan perampasan kendaraan tersebut secara menyeluruh serta mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga terlibat.

Kasus ini juga menjadi perhatian karena penggunaan identitas atau profesi tertentu, apabila terbukti dilakukan untuk mengambil kendaraan secara melawan hukum, berpotensi merugikan masyarakat sekaligus mencoreng profesi yang bersangkutan.

Jika benar terdapat anggota TNI yang terlibat, masyarakat berharap proses pemeriksaan dilakukan secara transparan dan profesional melalui mekanisme hukum yang berlaku, termasuk pemeriksaan internal oleh institusi TNI apabila diperlukan.

Hingga berita ini diterbitkan, seluruh dugaan terhadap para pihak masih harus dibuktikan melalui proses hukum. Asas praduga tak bersalah tetap berlaku sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Masyarakat yang menemukan kejadian serupa diimbau tidak melakukan tindakan main hakim sendiri dan segera melaporkannya kepada aparat berwenang dengan membawa bukti serta informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

WN

Search