BOGOR, BRAVO-IDN — Proyek betonisasi jalan desa yang bersumber dari Bantuan Provinsi Jawa Barat (Banprov Jabar) Tahun Anggaran 2025 di Kampung Cibulakan RT 002/001, Desa Ligarmukti, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, menuai sorotan tajam, (19/12/2025).
Proyek dengan nilai anggaran Rp 98.000.000 tersebut diduga kuat dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis (spek) dan terkesan asal jadi.
Berdasarkan pantauan di lapangan serta dokumentasi yang diperoleh, ditemukan sejumlah kejanggalan serius dalam pelaksanaan pekerjaan betonisasi jalan desa tersebut.
Indikasi Dugaan Penyimpangan Teknis
Beberapa temuan mencolok di Lapisan dasar (Urugan) diduga tidak sesuai standar, terlihat dari penggunaan batu berukuran besar yang tidak dipadatkan dengan baik.

Tidak terlihat adanya pemadatan maksimal sebelum pengecoran, yang berpotensi menyebabkan beton cepat retak atau ambles.
Pinggiran beton tanpa penguat (bekisting dan penguncian agregat) yang memadai, sehingga beton tampak menggantung dan rawan longsor di sisi jalan.
Ketebalan beton patut dipertanyakan, mengingat kondisi tepi beton sudah menunjukkan keropos dan retakan meski proyek terbilang baru selesai.
Saluran air dan bahu jalan tidak ditata dengan baik, berisiko mempercepat kerusakan konstruksi saat musim hujan.

Padahal, dalam papan informasi proyek tertulis jelas bahwa kegiatan ini merupakan betonisasi jalan desa dengan volume P 210 meter x L 2,5 meter x T 0,12 meter, yang seharusnya dikerjakan sesuai standar mutu konstruksi.
Dugaan Akal-akalan Pemborong Proyek tersebut dilaksanakan oleh CV. Sahaja Jaya Bersama, dengan Direktur Sahrul Rimadona. Namun, kualitas pekerjaan di lapangan justru memunculkan dugaan adanya pengurangan volume, material di bawah standar, hingga potensi akal-akalan demi meraup keuntungan.
Pembangunan desa seharusnya mengedepankan kualitas, transparansi, dan manfaat jangka panjang, bukan sekadar menggugurkan kewajiban proyek. Jika pengawasan terus lemah, bukan tidak mungkin proyek-proyek Banprov justru menjadi ladang bancakan oknum tak bertanggung jawab.
(Wawan)







