Ribuan Warga Padati Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Baiturrahmah Cicadas Gunung Putri, Ustadz Nur Maulana Ingatkan Makna ini!

BOGOR, BRAVO-IDN – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Baiturrahmah, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, Minggu (15/2/2026). Tabligh akbar yang menghadirkan penceramah kondang Ustadz Nur Maulana itu dipadati ribuan jamaah dari berbagai wilayah sekitar.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Nur Maulana menyampaikan pesan mendalam tentang esensi peringatan Isra Mi’raj yang tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Dengan gaya khasnya yang humoris dan interaktif, ia mengajak jamaah memahami hikmah di balik perjalanan agung Rasulullah SAW.

“Ini adalah momen untuk meningkatkan keimanan kita,” ujar Ustadz Nur Maulana di hadapan ribuan jamaah.

Penceramah terkenal dari Jawa Barat itu menegaskan bahwa shalat merupakan intisari dari peristiwa Isra Mi’raj. Ia menjelaskan, shalat adalah satu-satunya ibadah yang perintahnya diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW dari Allah SWT tanpa perantara malaikat Jibril.

“Kita harus memahami sejarah perjalanan Nabi, memahami ajaran shalat, menerapkan akhlak Nabi, dan meningkatkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW,” jabarnya dalam tausiyah yang berlangsung hingga larut malam.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang luar biasa. Jamaah sudah memadati area masjid sejak siang hari. Mereka tidak hanya berasal dari warga RW 03 dan lingkungan RT se-Kadus 06, tetapi juga berdatangan dari sejumlah wilayah sekitar Gunung Putri.

Ketua panitia pelaksana, Chairul Insan yang akrab disapa RT Irul, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran rangkaian acara. Meski sempat menghadapi kendala teknis berupa keterlambatan kedatangan Ustadz Nur Maulana dari jadwal yang ditentukan, situasi tersebut justru tidak menyurutkan semangat jamaah.

“Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Acara Tabligh Akbar Isra Mi’raj tahun ini dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya kepada awak media usai acara.

RT Irul mengaku sempat diliputi kekhawatiran atas keterlambatan sang penceramah. Namun, kesabaran jamaah yang tetap bertahan menanti kehadiran Ustadz Nur Maulana menjadi energi positif tersendiri bagi panitia.

“Justru antusiasme warga yang luar biasa ini menjadi energi positif bagi kami selaku panitia. Dukungan dan kesabaran mereka membuat acara tetap berlangsung meriah, khidmat, dan sukses dari awal hingga akhir,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari relawan, tokoh masyarakat, hingga para donatur yang telah mendukung jalannya kegiatan.

Tak lupa, permohonan maaf turut disampaikan kepada seluruh jamaah apabila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan, baik dari segi fasilitas tempat maupun pelayanan jamuan.

“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Semoga segala upaya kita bersama menjadi amal ibadah di sisi Allah SWT,” tutup Irul.

Peringatan Isra Mi’raj tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga mampu mempererat tali silaturahmi antar warga serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan bermasyarakat di Desa Cicadas dan sekitarnya.

(ie)

Search