Wadidaw! Proyek PISEW Rp500 Juta Baru Sebulan Sudah Ancur di Sukasirna Kec. Jonggol Bogor

‎BOGOR, JABAR, BRAVO-IDN — Pelaksanaan proyek Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Tahun Anggaran 2026 yang menghubungkan Desa Sukasirna dan Desa Sukanegara, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, mendadak menuai sorotan warga dan insan pers.

‎Proyek infrastruktur bernilai anggaran Rp500.000.000.- tersebut diduga dikerjakan kurang optimal. Pasalnya, jalan perkerasan beton yang baru selesai dicor belum genap dua minggu sudah menunjukkan gejala keretakan fisik di sejumlah titik.

‎Berdasarkan papan informasi di lokasi, kegiatan pengerjaan ini berada di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) / Satker Pelaksanaan Cipta Karya Wilayah I Provinsi Jawa Barat. Pengecoran jalan sepanjang 441 meter, lebar 3,2 meter, dan ketebalan target 15 cm ini dilaksanakan secara swakelola Tipe IV oleh Kelompok Masyarakat Kerja Sama Antar Desa (Pokmas KAD) Gardena Setia Jaya dengan masa kerja 106 hari (18 Agustus – 1 Desember 2026).

‎Saat tim awak media melakukan pemantauan langsung di lokasi pengecoran pada akhir September 2026, ditemukan sejumlah kejanggalan indikasi ketidaksesuaian spesifikasi teknik (spestek).

‎Hasil pengukuran fisik di lapangan menunjukkan ketebalan beton di beberapa bagian hanya mencapai sekitar 13 centimeter, alias berkurang dari standar ketebalan yang direncanakan yakni 15 cm. Selain persoalan ketebalan, konstruksi beton yang baru selesai dikerjakan tersebut juga telah mengalami retak-retak permukaan.

‎”Pengawasan dari pihak terkait, khususnya pengawas lapangan dari Dinas/Satker Cipta Karya, dinilai sangat minim. Jika dibiarkan tanpa evaluasi ketat, kualitas jalan ini akan memicu polemik di tengah masyarakat karena berpotensi cepat rusak sebelum habis masa pakainya,” ujar Ketua RT setempat.

‎Mengingat anggaran yang dikucurkan bersumber dari APBN/keuangan negara sebesar setengah miliar rupiah, masyarakat menuntut adanya keterbukaan informasi publik dan akuntabilitas penuh dari pihak pengelola kegiatan. Pihak Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) maupun Ketua Pokmas KAD Gardena Setia Jaya diharapkan segera memberikan klarifikasi serta langkah perbaikan konkret di lapangan.

‎Pengawasan aktif masyarakat dan pengawasan teknis dari dinas terkait menjadi krusial agar uang rakyat benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, tahan lama, serta membawa manfaat nyata bagi mobilitas ekonomi warga Desa Sukasirna dan Desa Sukanegara. (WN)

Search