TAPANULI TENGAH, BRAVO-IDN — Praktik penyalahgunaan dan dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, kian menyita perhatian publik. Aktivitas ilegal yang merugikan masyarakat serta negara tersebut disinyalir beroperasi secara terbuka di siang hari.
Berdasarkan investigasi lapangan pada Senin (27/7/2026), sebuah lokasi di Jalan Padangsidimpuan KM 14, Desa Aek Garut, Kecamatan Pandan, diduga kuat dijadikan tempat penampungan dan distribusi Solar subsidi secara ilegal.
Di lokasi kejadian, ditemukan satu unit mobil pikap Mitsubishi L-300 berpelat nomor BK 8168 RA dengan bak tertutup terpal orange. Kendaraan tersebut mengangkut dua wadah penampungan (tangki modifikasi) berkapasitas masing-masing 1.000 liter (1 Ton) yang terisi penuh oleh BBM jenis Solar; bersubsidi.
Saat dikonfirmasi oleh awak media di lokasi, seorang pria bermarga Harahap secara terbuka menyebutkan sejumlah nama yang diduga mengendalikan operasional bisnis tersebut. Pria tersebut juga sempat melakukan tindakan intimidasi dengan memotret wartawan yang bertugas dilokasi.
“Punya si Balige ini, kalau gak percaya telfon lah bang Amri. Punya dia juga ini, bang Amri,” ujar Harahap di lokasi, Senin (27/7/2026).

Harahap mengonfirmasi bahwa Solar berkapasitas ribuan liter tersebut rencananya akan didistribusikan ke wilayah hukum tetangga, yakni Kota Sibolga.
“Mau ke tempat bang Amri diantar,” tambahnya singkat, memperkuat dugaan adanya rantai distribusi BBM ilegal antarwilayah.
Maraknya dugaan penimbunan BBM bersubsidi ini memicu reaksi keras dari warga sekitar. Masyarakat mendesak aparat kepolisian, khususnya Polres Tapanuli Tengah, untuk segera turun tangan menindak tegas, mengusut tuntas, serta menangkap para pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran BBM ilegal tersebut tanpa tebang pilih.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Tengah terkait temuan barang bukti serta dugaan keterlibatan nama-nama yang disebutkan di lokasi kejadian. (Tim)






